MENGENAL PEMOTONGAN BAJA

                                                                                                                                        PEMOTONGAN BAJA

Dalam pembangunan konstruksi baja, tahap pertama yang dikerjakan ialah fabrikasi yang didalamnya merupakan pekerjaan pemotongan pelat ataupu profil baja.

 

  1. Pemotongan dengan Mesin Potong Hidrolik

Mesin potong hidrolik mengaplikasikan daya power supply yang dibuat daripompa hidraulik yang digerakkan oleh motor listrik. Mesin potong hidraulik ini dilengkapi dengan program pada panel box control hidraulik. Sistem pemotongan tipe ini cuma untuk pelat-pelat tipis.

  1. Pemotongan dengan menggunakan Gas (oxy flame cutting)

Cara pemotongan ini ialah pemotongan yang terjadi sebab adanya respons antara oksigen dan baja. Pada permulaan pemotongan, baja dipanaskan lebih dulu dengan api oxy flame cutting hingga menempuh temperatur antara 800o-900oC. Kemudian gas oksigen tekanan tinggi disemburkan ke bagian yang dipanaskan tersebut sehingga terjadilah progres pembakaran yang menyusun oksida baja. Titik cair oksida baja tersebut lebih rendah dari baja, karenanya oksida tersebut mencair dan terhembus oleh gas pemotong dengan ini terjadilah pengerjaan pemotongan.Hasil pemotongan ini diungkapkan bagus apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Alur potong cukup kecil
  2. Permukaan potong halus
  3. Terak gampang terkelupas

Untuk memenuhi kriteria hal yang demikian, mutu dari gas oksigen dan api pemanas, karakteristik alat yang diaplikasikan dan situasi pemotongan harus diatur dengan teliti.

Informasi Pendaftaran :

Kampuh Welding Indonesia

Jl. Sawo VI No 28 Kel Bringin kec. Sambikerep Kota Surabaya

Telp : 031 743 0333

klik WA : 0822 3513 3331 admin I

Klik WA : 0811 3300 998 admin II

MENGENAL TEKNIK PENGELASAN GMAW-WA 0811 3300 998

 

TEKNIK PENGELASAN GMAW

Proses pengelasan GMAW adalah pengelasan yang menggunakan gas sebagai
pelindung busurnya. Gas berfungsi sebagai pelindung logam las saat proses
pengelasan berlangsung agar tidak terkontaminasi dari udara lingkungan sekitar
logam lasan, karena logam lasan sangat rentan terhadap difusi hidrogen yang
dapat menyebabkan cacat porosity. Pengelasan GMAW dapat menggunakan gas
mulia misalnya gas Argon (Ar) yang biasa disebut MIG (Metal Inert Gas) atau gas
karbondioksida (CO2) atau gas campuran Ar+CO2 yang biasa disebut MAG
(Metal Active Gas).

 

Penanganan Peralatan Las GMAW

Tahapan yang perlu dilakukan dan hal-hal penting yang harus diperhatikan meliputi :

1. Periksa kabel input dan terminal sambungannya. Yakinkan bahwa semua dalam kondisi baik.

2. Periksa kabel output dan terminal sambungan (terminal sambungan positif (+) ke wire feeder, terminal sambungan negatif (-) ke meja kerja. Yakinkan bahwa semua dalam kondisi baik.
3. Periksa sambungan selang gas, kabel switch torch, kabel power dan kabel wire feeder.
4. Periksa ukuran roll wire feeder. Yakinkan roll sesuai dengan ukuran kawat yang digunakan (misal Ø 1,2).

 

5. Bongkar / lepas corong gas, mulut lubang gas dan ujung kontak dari torch las.

6. Pasang kawat elektroda misal Ø 1,2mm pada roll wire feder.
7. Putar posisi “ON” pada power switch utama.
8. Tekan tombol pada kotak remote kontrol atau torch switch sampai kawat

9. Periksa ujung kontak, lubang mulut corong gas dan gas alat pemercik. Yakinkan bahwa semuanya dalam kondisi baik.

10. Pasang kembali Ujung kontak, lubang mulut gas dan corong gas .
11. Pasang regulator gas pada botol gas.Pasang kabel power untuk pemanas dan sambungkan selang gas.

12. Buka katup botol gas. Setel katup kontrol tekanan gas sampai tekanan gas mencapai 2 – 3 Kg / cm2.
13. Putar “switch gas check” ke Pengecekan. Buka katup kontrol aliran gas dan atur sampai aliran gas 15 ȱ / menit.
14. Setelah penyetelan besarnya aliran gas, putar kembali “switch gas check” ke “AUTO”.
15. Putar tombol arus dan voltage ke posisi tengah-tengah.
16. Nyalakan busur dengan menekan torch switch “ON” pada plat baja. Yakinkan bahwa semuanya berfungsi dengan baik.

Informasi Pendaftaran :

Kampuh Welding Indonesia

Jl. Sawo VI No 28 Kel Bringin kec. Sambikerep Kota Surabaya

Telp : 031 743 0333

klik WA : 0822 3513 3331 admin I

Klik WA : 0811 3300 998 admin II

MENGENAL TEKNIK PENGELASAN FCAW-WA 0811 3300 998

 

TEKNIK PENGELASAN FCAW

Proses pengelasan FCAW merupakan las busur listrik dengan gas CO2 sebagai
pelindung serta gas pelindung yang dihasilkan dari fluk yang terbakar. FCAW
merupakan kombinasi antara proses SMAW dan GMAW.. FCAW adalah salah
satu jenis las listrik yang mengumpankan filler elektroda secara mekanis dan
terus menerus ke dalam busur listrik yang terbentuk di antara ujung filler
elektroda dan metal induk. Gas pelindungnya juga sama-sama menggunakan
karbon dioxida CO2. Pada prinsipnya FCAW mirip dengan proses las GMAW,
yang membedakan adalah jenis elektrodanya. GMAW menggunakan elektroda
solid, sedangkan FCAW menggunakan elektroda dimana terdapat serbuk flux di
dalam batangnya.

 

Penanganan Peralatan Las FCAW

Tahapan penyetelan yang perlu dilakukan dan hal-hal penting yan harus diperhatikan meliputi :

1. Periksa kabel input dan terminal sambungannya dalam kondisi baik.
2. Periksa kabel out put dan terminal sambungan (Terminal sambungan
positif (+) Ke wire feeder, terminal sambungan negative (-) ke meja kerja).
3. Periksa sambungan selang gas, kabel switch torch, kabel power dan kabel
wire feeder.
4. Periksa ukuran roll wire feeder sesuai dengan kawat yang digunakan (ø
1,2)
5. Bongkar / lepas corong Gas, mulut lubang gas dan ujung kontak dari torch
las.
6. Pasang kawat elektroda ø 1,2 pada roll wire feeder.
7. Putar posisi ON pada power switch utama. Putar posisi ON
8. Tekan tombol pada kotak remote control atau torch sampai kawat muncul
pada kontak tipe di torch las sebagaimana terlihat pada gambar.
9. Periksa ujung kontak, lubang mulut corong gas dan gas alat pemercik
dalam kondisi baik.
10. Pasang kembali ujung kontak, lobang mulut gas dan corong gas.
11. Pasang regulator gas CO2 pasang kabel power pemanas dan sambungkan
selang gas.
12. Buka katup botol gas. setel katup kontril tekanan gas sampai tekanan gas
mencapai 2 – 3 kg/cm².
13. Putar switch gas chek ke pangecekan. Buka katup control aliran gas dan
atur sampai aliran gas 15 l /per menit.
14. Setelas menyetel besarnya aliran gas, putar kembali Switch gas check ke
auto.
15. Putar tombol arus dan Voltage ke posisi tengah – tengah.

 

Informasi Pendaftaran :

Kampuh Welding Indonesia

Jl. Sawo VI No 28 Kel Bringin kec. Sambikerep Kota Surabaya

Telp : 031 743 0333

klik WA : 0822 3513 3331 admin I

Klik WA : 0811 3300 998 admin II